Setelah Kepergianmu

     Kepergianmu memang sangat menyiksa dan menimbulkan luka begitu dalam. Segala kenangan masih membekas dalam ingatan serta cerita indah yang harus usai tanpa ada aba aba. Namun kehidupan masih harus tetap berlanjut. Terima kasih atas semua kasih sayang dengan segala cerita yang pernah kita lalui, aku akan mengabadikanmu di dalam cerita hidupku.

’’Andai waktu bisa kuputar kembali, aku akan terus membuatmu bahagia’’ ucapku memandangi foto kami berdua.

’’Atara andai kamu masih berada disampingku’’  aku masih tak mempercayai bahwa dirinya telah pergi untuk selamanya.

’’Danial?’’ ujar seseorang dari arah belakang.

’’Iya?’’ ucap Fahri menepuk pundakku.

’’Ayo pulang’’ ujarnya sedang berusaha untuk membujukku kembali ke rumah.

 Aku masih tidak bisa mempercayainya tentang takdir ini, begitu cepat kau meninggalku Atara, kisah kita terlalu cepat untuk berakhir begitu saja, kau terlalu indah hingga aku tak ingin untuk mengakhirinya.

’’Atara sampai jumpa di surga insyaallah’’ Langkah kaki ini sungguh berat untuk meninggalkan tempat peristirahatan terakhirnya, dengan berat hati aku harus mengikhlaskan kepergiannya, aku tau jika takdir tuhan lebih indah dari rencana kita.

’’Atara semoga saja kamu melihatku dari atas sana, aku sudah mengikhlaskanmu tapi aku tidak tau bagaimana caranya untuk bertahan hidup setelah aku kehilangan sosok special di dalam hidupku!’’ sebutir air mata membahasi pipi disaat aku kembali teringat sosokmu, sungguh sangat berat jika aku harus kehilanggan sosok sepertimu wahai mutiaraku.

’’Danial nak’’ ucap wanita tersebut berjalan kearahnya.

’’Iya Ibu ada apa?’’ jawabku menoleh kearahnya.

’’Nak kamu harus bisa berusaha untuk mengikhlaskan Atara’’ ucap beliau menepuk Pundak kananku.

’’Insyaallah aku akan berusaha untuk mengikhlaskan kepergiaannya’’  ucapku berusaha menahan air mata yang jatuh, di lubuk hati terdalam sungguh aku sangat merindukannya.

  Beberapa hari setelah kepergiannya, aku kini dapat memulai aktivitas sehari-hari yang aku lalukan. Ku datangi taman yang sering menjadi tempat kami menghabiskan waktu bersama.

’’Atara, aku masih ingat betul waktu itu kita sering menghabiskan waktu bersama menikmati suasana malam di tengah kota sambil membicarakan banyak hal, kehilanganmu sungguh menyiksa diriku, pelangiku telah sirna, rumahku kini telah runtuh, kebahagianku kini mualai memudar, andai kamu merasakan bagaimana rasanya kehilangan sosok  sepertimu, jujur sebenarnya aku tidak ingin merasakan hal ini’’

ucapku memandangi sebuah kedai yang berada di taman kala itu  kedai tersebut sering menjadi tempat menghabiskan waktu bersama, ku langkahkan kaki menuju tempat yang biasanya kami singgahi, akupun duduk di kursi tersebut ku rasakan kehadiran Atara yang seolah olah berada di sampingku, dengan begitu aku dapat sedikit mebalas rasa rindu ini.

  Kata orang mencintai itu memiliki, namun bagaimana seseorang yang telah aku miliki kini harus pergi untuk selamanya, aku akan mengikhlaskan kepergianmu, mencoba menjalani kehidupan tanpa adanya dirimu, aku berjanji sampai kapanpun aku akan tetap mencintaimu selamanya, because you are the one I love. ~Danial Putra Akbar~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lelaki yang Menghidupkan Senja

Rasa yang Tertinggal di Ujung Senja

Sembagi Arutala