Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2026

Perempuan yang Mengarsipkan Hujan

  Di antara rintiknya, ada kenangan yang tak sempat diucapkan. Hujan selalu datang tanpa permisi di rumah kecil itu, namun anehnya, tak pernah terasa asing. Sore itu, langit mulai menggelap lebih cepat dari biasanya. Semilir angin membawa bau tanah yang lembap, menyusup melewati celah-celah jendela kayu yang sudah sedikit lapuk. Di dalam rumah, aku duduk di lantai sambil merapikan buku-bukuku, sementara Arutala berlari kecil mengelilingi ruangan, tertawa tanpa alasan yang jelas. ’’Ibu… hujan!” seru Arutala dengan mata berbinar, menunjuk ke arah luar. Di dapur sempit, Ibu menoleh sambil mengaduk air dalam panci. Perempuan itu tampak lelah, tetapi senyumnya tidak pernah benar-benar hilang. Hari itu, Ibu baru saja pulang dari pekerjaan serabutan, membersihkan rumah orang, lalu membantu berjualan di pasar. Namun, setiap kali hujan datang, ada sesuatu dalam dirinya yang selalu membuatnya menjadi lebih tenang. ’’Sudah mulai, ya…” kata Ibu pelan. Tak lama, suara rintik pertama j...